Sejarah Internet Indonesia - part 1

 

Hai gays, kali ini saya akan membahas tentang Sejarah Internet Indonesia Oke kita langsung saja ke cerita nya.


- Awal Mula Internet Indonesia

    Sejarah Internet Indonesia bermula pada tahun 1990 saat itu jaringan internet di Indonesia lebih dikenal sebagai Paguyuban Network, dimana semangat kerjasama,kekeluargaan, dan gotong royong sangat hangat dan terasa di antara para pelakunya. Agak berbeda dengan suasana Internet Indonesia pada perkembangannya yang terasa lebih komersial dan individual di sebagian aktifitas nya terutama yang melibatkan perdagangan di Internet.

- Jaringan IntraNet awal

    Pada era 1980 sampai menjelang pertengahan tahun 1990, di kalangan pendidikan tinggi (Universitas) dengan para stake holders yang terdiri dari para akademisi, mahasiswa, dan ilmuan telah timbul inisiatif untuk mengembangkan berbagai kegiatan seputar teknologi komputer dan radio yang semula hanya merupakan hobi.

Hal tersebut dimulai dengan berbagai penelitian di lembaga-lembaga pendidikan dan lembaga pemerintah dengan bidang kerja yang berhubungan dengan teknologi,telekomunikasi khususnya komputer dan networking.

 - Situs Web Pertama di Indonesia

    Pada tahun 1993, indonesia belum ada link langsung ke internet kecuali eksperimen X.25 IPTEKnet ke Aachen, jerman. Sedangkan di FUSILKOM-UI (FakUltaS ILmu KOMputer), komunikasi menggunakan UUCP ke Dialix, Australia dan UUNET, USA.

Beberapa situs dengan tema Indonesia mulai bermunculan pada awal tahun 1994. Pada saat penulis berada di Australia, berhasil menghimpun sebuah direktori yang terdiri dari belasan situs. Situs-situs tersebut nyaris tidak berbekas, mengingat menggunakan URL milik sekolah masing-masing. Artinya, situs tersebut lenyap begitu mereka tamat, sebab pada saat itu pengguna virtual hosting belum lazim.

- Digital Library Network di Indonesia

    Tahun 1999-2000, Onno W. Purbo memperoleh amanah dari pimpinan ITB untuk duduk sebagai kelapa perpustakaan pusat di ITB. Membawahi hampir 90 orang, dengan gaji bulanan yang sangat terbatas.

Dengan segala keterbatasan yang ada, perpustakaan pusat ITB tentunya harus dapat berkiprah dan memberi manfaat bagi masyarakat ilmu pengetahuan di ITB maupun di Indoneia. Kebetulan di perpustakaan pusat ITB, terdapat beberapa komputer untuk automatisasi perpustakaan yang tidak jalan. Setelah dibicarakan dengan para petinggi perpustakaan pusat ITB lainnya maka ruang komputer perpustakaan pusat ITB mulai dibuka untuk mahasiswa ITb yang ingin membantu proses pembuatan Digital Library di ITB.

Tahun 1999, Ismail Fahmi memasukan proposal penelitian ke IDRC Singapura untuk membiayai pengembangan lebih lanjut. Proposal tersebut di terima, Ismail Fahmi, dan rekan-rekan nya memperoleh dana yang cukup untuk mengembangkan Software Digital Library yang di cita-ciakan yang kemudian di kenal sebagai Ganesha Digital Library (GDL). Versi GDL yang di kembangkan dengan biaya IDRC adalah GDL versi 3.1. Software tersebut di lepas sebagai Open Source Software supaya banyak orang yang memperoleh manfaat dari digital library. 

- Komunitas Hacker

    Pergantian abad ke 20 merupakan masa ke emasan di dunia bawah tanah Internet Indonesia. Perkembangan komunitas hacker marak di Indonesia. Beberapa kelompok hacker legendaris Indonesia bermunculan seperti HackerLink, anti-HackerLink, Kecoa Elektronik, Echo, dll. Dan saat ini kelompok terbesar di Indonesia dengan anggota lebih dari 13700 orang adalah jasakom.

Selain carding dan mencuri di internet ada banyak sekali sisi positif dari perkembangan teknologi hacker Indoneia, khususnya yang berkaitan dengan teknologi keamanan jaringan.

Dari kelompok-kelompok hacker ini, beberapa tokoh dan ahli keamanan jaringan Internet Indonesia bermunculan. Nama S'to, Xnuxer, Y3dips, Jim Geovdi menjadi legendaris di dunia bawah tanah Indonesia di tahun 2004-2006.


Nah itu lah sejarah Internet Indonesia, semoga bermanfaat

Sumber: Onno Cener | Sejarah Internet Indonesia

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.